Cerpen - Bolos Sekolah

ok kali ini saya akan membuat cerpen yang berjudul Bolos Sekolah.

Adzan Maghrib pun berkumandang. Fikri segera melaksanakan sholat maghrib berjamaah bersama Ibunya. Setelah melaksanaka sholat maghrib ia meminta doa kepada Allah agar dia kelak saat dewasa nanti menjadi orang shaleh dan menjadi orang yang sukses. Dia juga tidak lupa untuk mendoakan ayahnya yang telah meinggal saat Fikri masih kecil. Karena sejak saat itu Ibunya Fikri menjadi tulang punggung dengan bekerja sebagai Karyawan swasta di sebuah perusahaan ternama.

Keesokan harinya, Fikri dan teman – temannya berjanji untuk bermain sepak bola di lapangan depan perumahan mereka. “Ibu, Fikri izin bermain sepak bola dulu ya bu?.” Izin Fikri kepada ibunya. “Iya, kamu boleh bermain sepak bola asalkan, sebelum maghrib sudah sampai di rumah.” Jawab ibu kepada Fikri. “Iya, Fikri janji bu.” sahut Fikri kepada ibunya. Fikri pun langsung pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai sepedanya menyusuri jalan perumahan yang basah karena hujan baru saja mengguyur tempat itu.
Saat tiba di lapangan ternyata teman-teman Fikri sudah menunggunya sejak tadi. ‘’Itu dia si Fikri.” Kata Badu sambil menunjuk ke arah Fikri. “Oh, iya itu dia baru datang.” Kata Doni sambil melihat ke arah Fikri. Fikri melihat teman-temannya dari kejauhan, Fikri berpikir pasti teman-temannya tak sabar untuk bermain bola bersama dia. “Maaf, aku telat sudah membuat kalian menunggu lama..” Kata Fikri minta maaf kepada temannya. “Iya Fik, tidak apa-apa lagipula kita tidak buru-buru mau bermain sepak bola.” Sahut Badu kepada Fikri. “Iya, benar kata Badu.” Sahut Doni. “ Jadi kan kita bermain sepak bola?” tanya Fikri kepada teman-temannya. “Jadi, ayo kita bermain sepak bola!” seru Doni kepada teman-temannya. Permainan pun berlansung dengan seru. Tiba-tiba Doni tidak sengaja menyenggol kaki kanan Fikri sehingga dia terjatuh. “Kamu tidak apa – apa kan Fikri?” tanya doni sambil membantu Fikri untuk berdiri. “Ng..Nggak apa-apa.” Jawab Fikri sambil menahan rasa sakit di kaki kanannya. “Sudah lebih baik kita berhenti saja bermain bolanya.” Kata Badu kepada teman-temannya. “Fik, bagaimana kalau aku mengantar kamu pulang?.” tanya Doni kepada Fikri. “Iya, boleh” jawab Fikri kepada Doni. Akhirnya permainan mereka pun selesai. Fikri diantar pulang oleh Doni karena kaki kanan Fikri yang tidak bisa mengendarai sepeda sedangkan Badu pulang sendiri ke rumahnya.

Sesampai tiba di depan rumah Fikri, dia langsung berterima kasih kepada Doni karena Doni telah mengantarkan Fikri ke rumahnya. “Don, maaf sudah membuat kamu repot mengantarkan aku ke rumah.” Permintaan maaf Fikri kepada Doni. “tidak apa – apa Fik lagipula kan aku sudah membuat kaki kanan kamu terluka tadi saat bermain sepak bola seharusnya aku yang minta maaf bukan kamu.” Jawab Doni kepada Fikri. “Iya aku sudah maafin kamu kok, terima kasih Fik sudah antar aku ke rumah.” Sahut Fikri. “Iya, sudah ya Fik aku mau pulang ke rumah dulu nanti dimarahi oleh Ibu kalau pulang setelah maghrib.” Pamitnya kepada Fikri. “Iya, hati-hati di jalan. “ Sahutnya

Fikri pun masuk rumah sambil menahan rasa sakit pada kaki kanannya. “Assalamualaikum bu, Fikri pulang.” Salamnya sambil membuka pintu rumah. “Wallaikumsalam, akhirnya kamu pulang juga ibu sudah siapkan makanan buat makan malam.” Jawab Ibu kepada Fikri. “I..iya bu.” Kata fikri sambil menahan rasa sakit pada kakinya. “Kaki kamu kenapa Fik?” tanya Ibu kepada Fikri. “Iya bu ini tadi Doni tidak sengaja menyenggol kaki Fikri sampai aku terjatuh.” Jawab Fikri kepada Ibunya. “Oh, ya sudah sana mandi setelah itu obati luka yang ada pada kakimu.” Jawab Ibu kepada Fikri. “Baik bu.” Sahut Fikri kepada ibunya.
Setelah Fikri melaksanakan Sholat maghrib ia pun langsung bergegas menuju ke ruang makan dan menyantap makan malam itu. “ Fik, bagaimana masakan ibu enak tidak?.” Tanya ibu kepada Fikri. “Alhamdulillah, enak bu.” jawabnya. “Oh iya Fik ibu punya hadiah buat kamu.” Kata ibu. “Hadiah apa bu?” tanya Fikri kepada ibunya. Ibunya segera mengeluarkan sebungkus kotak yang masih terbungkus dengan rapih. “Ini ibu membelikan kamu sebuah ponsel kebetulan ibu dapet rejeki hari ini.” kata Ibu sambil memberikan ponsel kepada Fikri. “Terima kasih bu, Fikri berjanji setelah dibelikan ponsel Fikri akan lebih giat lagi dalam belajar.” Sahutnya. “Bagus Fikri Ibu suka kalau kamu akan lebih giat lagi setelah kamu diberikan ponsel baru.

Keesokan harinya saat Fikri tiba di sekolah, Kelas sudah mulai rame tidak seperti biasanya. Suasana kelas bercampur aduk ada yang sedang mengobrol dan ada pula yang sedang bermain ponsel dengan asiknya. “Hai Fikri.” Panggil Rio kepada Fikri teman sebangkunya. Fikri pun lansung duduk disebelah Rio. Bel masuk pun telah berbunyi dan pelajaran pun akan dimulai. Pelajaran pertama yaitu kimia oleh Bapak Widi. Beliau pun masuk lalu menyuruh ketua kelas untuk memimpin doa. Saat pelajaran dimulai Rio hanya fokus kepada ponselnya saja. “Rio,sstt Rio udah berhenti main ponselnya.” tegur Fikri kepada Rio dengan nada pelan. “Kenapa?, tanggung ini lagi seru mainnya.” Jawab Rio. “Nanti kamu kena marah sama pak guru.” Tegur Fikri kepada Rio. Ternyata diam-diam Pak Widi memperhatikan mereka yang sedang berbisik-bisik itu. “Fikri dan Rio apa yang sedang kalian bicarakan? Dari tadi kalian hanya berbicara saja.” tegur Pak Widi kepada mereka berdua. “Nggh ini pak si Rio.. si Rio..” jawab Fikri dengan rag-ragu. “Ada apa dengan Rio, Fikri?” potongnya. “Si Fikri dari tadi tidak memperhatikan selama Bapak menjelaskan tadi.” jawab Fikri. “Apa benar Rio kamu tidak memperhatikan pada saat Bapak menjelaskan di papan tulis tadi?” tanya Pak Widi kepada Rio. “I..iya pak.” jawab Rio dengan terbata-terbata. Tanpa pikir panjang Pak Widi segera bergegas menuju tempat duduk mereka berdua. “Coba keluarkan ponselmu.” Tegur Pak Widi kepada Rio dengan nada marah. “B.. Baik ini pak.” sahutnya Rio sambil megeluarkan ponsel dan memberinya kepada Pak Widi. “Pasti ponsel ini yang membuat kamu tidak memperhatikan Bapak tadi, benar bukan?” tanya Pak Widi, “Iya pak.” jawabnya dengan lesu dan menahan malu. “Mulai hari ini Bapak akan memegang sementara ponsel ini kalau kamu ingin ponsel ini kembali, temui Bapak bersama orang tua kamu besok di ruang guru.” kata Pak Widi dengan tegas. Pak Widi pun langsung melanjutkan pelajaran hingga bel istirahat berbunyi

Bel istirahat pun berbunyi, Pelajaran Pak Widi pun selesai. Semua siswa keluar kelas untuk menuju ke kantin. Tapi tidak dengan Rio dia hanya tertunduk lesu dan lemas mungkin karena ponsel dia disita oleh Pak Widi. “Kamu kenapa Rio dari tadi kok lemas?” tanya Fikri. “Iya, aku malu kalau sampai besok orang tua aku harus menghadap Pak Widi apalagi masalahnya tentang ponsel tadi.” jawab Rio dengan nada agak kesal. “Oh, soal tadi lagian kamu kenapa tidak mau dengar nasihat aku tadi jadi ponsel kamu disita.” jawab Fikri kepada Rio. “Tadi itu aku sedang keasikan kirim pesan sama teman lama aku.” jawab Rio. “Ya sudah kamu bilang aja ke orang tua kamu tentang masalah ini secara baik-baik siapa tahu orang tua kamu bisa mengerti maksud kamu tanpa harus marah-marah.” sahut Fikri. “Tidak tahu lah , aku pusing mikirin soal masalah ini.” jawab Rio sambil meninggalkan Fikri. Bel masuk pun berbunyi, selama pelajaran berlangsung tampak dari muka Rio yang murung karena memikirkan masalah yang tadi bagaimana dia harus memberitahu masalah itu kepada orang tuanya karena kedua orang tua Rio bekerja di luar negeri bahkan saat pengambilan hasil nilai semester lalu pun di wakilkan oleh bibinya. Bel pulang pun berbunyi Fikri lansung bergegas pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya, bel masuk pun sudah berbunyi tetapi Rio belum datang ke sekolah. tidak ada yang tahu kabar Rio apakah dia sakit atau izin yang jelas Rio tidak datang ke sekolah hari ini. Saat bel istirahat pun Pak Widi juga menanyakan kepada teman – teman di kelas mengapa Rio tidak datang sekolah padahal hari ini dia mempunyai janji untuk membawa orang tua Rio ke sekolah. Akhirnya Fikri memutuskan untuk ke rumah Rio seusai pulang sekolah bersama Badu dan Doni.

Bel pulang pun telah berbunyi. Fikri,Badu dan Doni berniat untuk mengunjungi rumah Rio. Saat tiba di rumah Rio, Fikri pun langsung menekan bel yang ada di depan pagar ruamah Rio. “Assalamualaikum, Rio!” panggil Fikri dengan nada keras. “Wallaikumsalam, eh ada Fikri,Badu dan Doni. Ayo, silakan masuk!” ajaknya Bibi kepada mereka. “Terima kasih bi, tidak usah masuk takut ngerepotin bibi.” jawab Badu kepada Bibi. “Sebenarnya ke datangan kami kesini untuk menanyakan mengapa Rio tidak masuk ke sekolah hari ini, memang mengapa Rio tidak masuk ke sekolah hari ini?” tanya Doni kepada Bibi. “Lho, bukannya hari ini Rio datang ke sekolah?” jawab Bibi dengan kaget. “Tidak bi, seharian ini Rio tidak datang ke sekolah padahal Pak Widi menayakan kabar Rio.” jawab Fikri. “Tadi pagi Rio sudah izin kepada bibi sambil mengenakan seragam sekolah.” jawab Bibi. “Tapi kami tidak melihat Rio, bi padahal Rio sudah punya janji untuk menghadap Pak Widi bersama orang tua.” jawab Fikri. “Rio, juga tidak cerita kepada bibi kalau hari ini dia dipanggil untuk menghadapa Pak Widi bersama orang tua, memang ada apa dengan Rio?” tanya Bibi kepada mereka. “Begini bi, pada saat pelajaran Pak Widi, Rio tidak memperhatikan dia hanya asik dengan ponselnya sehinnga Rio ditegur dan dimarahi oleh Pak Widi serta beliau menyita ponsel milik Rio karena itu ponsel milik akan di kembalikan apabila orng tuanya telah menghadap Pak Widi.” Kata Fikri menjelaskan masalah yang terjadi. “Oh jadi begitu, itu si Rio baru pulang.” jawab Bibi sambil menujuk ke arah Rio. “Maaf bi, Rio tidak meberitahukan masalah ini kepada bibi.” kata Rio sambil tertunduk lesu. “Iya tidak apa – apa lain kali kalau ada masalah seperti ini langsung bilang ke bibi.” Nasihat Bibi kepada Rio. “Iya, benar kata Bibi, Rio.” sahut Badu. “Jadi besok kamu masuk ke sekolah kan?” tanya Fikri. “Iya besok aku akan pergi ke sekolah” jawab Rio. “Bi, kami izin pamit pulang dulu. Assalamualaikum.” pamitnya Doni kepada Bibi “Iya, wallaikumsalam hati-hati di jalan. Mereka pun bertiga bergegas ke rumah masing – masing sedangkan Bibi tetap melaporkan masalah ini kepada kedua orang tua Rio.

Esok paginya. Bibi Rio yang menghadap Pak Widi karena kedua orang tua Rio tidak bisa datang ke sekolah karena mereka masih ada urusan pekerjaan di luar negeri. Pak Widi pun mengembalikan ponsel milik Rio dengan syarat dia harus berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi dan Rio pun menerima janji itu.


-SELESAI-
READMORE
 

Resensi Film Downfall Der Untergang

Cover Film downfall der untergang
Film yang di Rilis, 16 September 2014  di jerman ini mendapat Raiting 8,3 Yang bertema Tentang puncak jatuhnya rezim NAZI Jerman.
Ini adalah beberapa aktor yang berperan di Film Downfall Der Untergang :

Christian Hoening memerankan SS-Reichsarzt Ernst-Robert Grawitz
Bruno Ganz memerankan Der Führer Adolf Hitler
Heino Ferch memerankan Reichsminister Albert Speer
Jürgen Tonkel memerankan Erich Kempka, supir pribadi Adolf Hitler
Juliane Köhler memerankan Eva Braun
Rolf Kanies memerankan General der Infanterie Hans Krebs
Ulrich Noethen memerankan Reichsführer Heinrich Himmler
Michael Mendl memerankan General der Artillerie Helmuth Weidling
Thomas Kretschmann memerankan Gruppenführer Hermann Fegelein
Ulrich Matthes memerankan Reichsminister Joseph Goebbels
Thomas Thieme memerankan Reichsleiter Martin Bormann
Gerald Alexander Held memerankan Walter Hewel
Justus von Dohnanyi memerankan General der Infanterie Wilhelm Burgdorf
André Hennicke memerankan Brigadeführer Wilhelm Mohnke

Der Untergang (The Downfall)
Pemain : Bruno Ganz, Alexandra Maria Lara
Sutradara : Oliver Hirschbiegel
Produksi : Constantin Film, 2004

SUDAH lama, sebagai orang Jerman, Bernd Eichinger ingin membuat film tentang Hitler. Menurutnya, terlalu banyak film tentang Hitler dibuat dari sudut pandang non-Jerman, terutama Amerika-Holywood. "Sudah saatnya bangsa Jerman berani menceritakan sejarah ini," katanya. Maka ia bertekad memfilmkan sejarah negerinya dari sudut pandang orang Jerman, dalam bahasa jerman, dan dimainkan aktor-aktris Jerman.

Eichinger (produser Resident Evil dan Nowhere in Africa) membutuhkan waktu 20 tahun lebih untuk meneliti sejarah ideologi nasional-sosialisme Jerman. Itu pun ia sempat berpikir tidak mungkin bisa membuat film tentang masa Third Reich ini. Akhirnya dia mengajak Joachim Fest, penulis buku Der Untergang, untuk membuat skenario berdasarkan buku tersebut.

Tapi, buku Fest masih jauh dari cukup. Mereka melengkapinya dengan sumber lain, terutama biografi Traudl Junge, sekretaris pribadi Hitler, yang berjudul Bis zur letzen Stunde (Hingga Saat-saat Terakhir). Maka dalam film Der Untergang yang digarap berdasar skenario Eichinger dan Fest, Getraud "Traudl" Junge (Alexandra Maria Lara) menjadi tokoh pemandu cerita

Scene saat der  Führer, Adolf Hitler mengadakan pertemuan dengan anggota politik dan jendral jendralnya
.
Der Untergang mengisahkan suasana di dalam bunker Hitler yang terletak di bawah Reichkanzlei (markas besar NAZI), sejak ulang tahun ke-56 Hitler, 20 April 1945 hingga akhir hayatnya pada 2 Mei 1945. Pada saat itu Jerman mengalami revolusi besar, kalah dalam Perang Dunia II.

Tapi, dalam film berbujet 13,5 juta euro ini, Hitler tidak digambarkan bengis dan tak berperikemanusiaan. Hitler dalam Der Untergang digambarkan layaknya sosok biasa berusia 56 tahun. Pemarah, namun masih bisa memuji masakan kokinya. Bruno Ganz, pemeran Hitler, sengaja mendatangi klinik Alzheimer dan mengamati pasien-pasien di sana untuk dapat menghayati perannya sebagai tokoh penderita Alzheimer.

Selain ke klinik Alzheimer, Ganz membaca Mein Kampf, mendengarkan pidato-pidato Hitler, dan menonton film tahun 1956 karya sutradara GW Pabst, Der letzte Akt (Last Act) untuk mendapatkan gambaran tentang Hitler. Der Letzte Act juga mengisahkan Hitler di hari akhirnya. Hasilnya, gambaran Hitler dalam Der Untergang berbeda dengan gambaran Hitler dalam film-film Holywood.

Scene Saat der Führer, Adolf Hitler Memberi Mendali pada Tentara Muda Jerman
Logat Austria yang bercampur dengan Bavaria Selatan, dengan pengucapan huruf 'r' yang jelas (tak seperti kebanyakan orang Jerman), berhasil tuntas dimainkan Ganz. Eichinger terlihat berhati-hati menggambarkan Hitler. Dia tidak memvonis Hitler sebagai psikopat. Dalam filmnya, Hitler cuma digambarkan sebagai penjahat yang punya energi merusak tinggi, namun juga manusia yang mengalami tekanan jiwa.
Scene saat SS-Brigadeführer Wilhelm Mohnke DI percaya menjadi komandan keamanan Berlin

Pemeran lain yang patut ditengok dalam Der Untergang adalah Corinna Harfouch. Ia berhasil memunculkan sosok Magda Goebbels, istri Menteri Propaganda Joseph Goebbels, yang dingin dan fanatik pada ideologi. Adegan Magda Goebbels memberi obat tidur satu persatu pada enam anaknya, menunggu mereka tertidur, lalu memecahkan tabung racun dengan gigi anak-anak itu, sungguh kuat tersajikan.

Perang batin dalam diri Magda Goebbels dimunculkan Harfouch lewat elusan di kepala masing-masing anak sebelum ia memecahkan tabung racun. Juga lewat helaan napas panjang setelah yakin semua anaknya tewas. Rekonstruksi bangunan bunker dan suasana Berlin di akhir Perang Dunia II dalam film ini juga patut dipujikan.

Scene saat Albert Speer berbicara empat mata dengan Hitler

Sebuah scene juga memperlihatkan Hitler yang menangis setelah mengetahui secara langsung dari pembicaraan empat matanya dengan Albert Speer, seorang arsitek muda loyalis Hitler. Speer mengaku secara langsung kalau dia sudah menghianati Hitler dengan tidak melaksanaksn tugas-tugas yang diberikan. Hitler benar-benar sangat kecewa pada momen itu. Dia menunduk, dan tidak menggenggam tangan Speer yang ingin mengucapkan salam perpisahan. Hitler tidak bisa marah karena Speer adalah seorang arsitek loyalis kebanggaanya, masih muda pula. Speer masih berusia 40 tahun saat itu. Lalu? Keluarlah setetes air mata Hitler…

Dalam Der Untergang juga dikisahkan teka-teki akhir hayat Hitler dan Eva Braun. Di dunia nyata, tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana mereka mengakhiri hidup. Sebagian malah percaya bahwa yang bunuh diri bukanlah Hitler dan Braun. Dalam film ini pengantin baru itu digambarkan masuk ke dalam kamar setelah berpamitan pada seluruh staf, lalu pintu kamar ditutup, dan terdengar suara tembakan.


Eichinger memasukkan percakapan pribadi Hitler dan Eva Braun ketika Hitler memperagakan cara bunuh diri dengan memasukkan pistol ke mulutnya. "Iihh, ngeri! Saya ingin tetap cantik walau sudah jadi mayat," kata Braun. Dalam film tidak diperlihatkan mayat Hitler maupun Braun. Cukup adegan ajudan Hitler Otto Guensche melihat ke dalam kamar lalu berkata , "Der Fuehrer ist tot (Fuehrer telah tewas)."      

Oliver Hirschbeigel dalam sebuah wawancara mengungkapkan bahwa film ini dibuat sebagai penjelasan kepada rakyat Jerman untuk mengingatkan mereka pada masa-masa kelam secara jujur. Dia meminta rakyat Jerman untuk berkaca kepada masa lalu supaya peristiwa semacam itu tidak terulang lagi.
READMORE
 

Jalan-jalan ke Dieng dan Mendaki Gunung Prau

Prau


Hallo sobat kali ini saya akan membuat artikel tentang perjalan kami ke Dieng bersama teman teman saya di Universitas Gunadarma, ketika itu kami masih menginjak Tingkat 2/Semester 4, di kelas 2KA23.
Rachman (saya), Justin, Kun, Fendi, Rico, Chandika, Dzuldianta, Wahyu, Mungki, dan Pieter

ini peta perjalanan Jakarta - Dieng.
Jakarta-Dieng

Sebelum keberangkatan ke Dieng kamu sudah merencanakan Jauh Jauh hari untuk pergi jalan-jalan ke Dieng Untuk mendaki gunung Prau yang terletak di Dieng.

Hari Pertama

Di hari pertama kami sudah siap dan mantap mempersiapkan perlatan yang ingin kami bawa, saya sendiri lupa ketika itu hari apa dan tanggal berapa hehe.. Ketika itu sedang ada UTS "Sistem Oprasi" di Universitas Gunadarma Tepatnya di kampus G, kelapa dua depok, setelah selesai UTS kami pun langsung menuju Stasiun senen, kami berkumpul bersepuluh orang di stasius senen untuk berangkat ke purwokerto, waktu itu kami Naik kereta serayu tujuan purwokerto, kami berangkat puku 21-00, di dalam kereta pun kami bercanda gurau dll. sambil menunggu perjalanan kereta Jakarta-purwokerto.

Hari kedua

Runah mas bodro

Rumah mas Bodro



di hari kedua kami tiba di stasiun purwokerto pukul 08-00. Setelah tibanya di stasiun purwokerto kami langsung mencari angkutan umum tujuan terminal purwokerto, sesampai kami tiba di terminal purwokerto, kami langsung naik Bus tujuan terminal Banjar, karena ada salah satu teman kami yang bernama Fendi aji saputra memiliki saudara bernama Mas SIU"menunggu dan berbaik hati ingin mengantar kami ke Rumah nenek nya Fendi, sesampai kami di terminal Banjar kami langsung mengisi kekosongan perut yang memang dari stasiun purwokerto kami belum makan, kami pun makan pagi walaupun sudah siang di terminal Banjar sambil menunggu mas Siu menyiapkan mobilnya, setelah selesai makan kami langsung di antar oleh mas siu ke rumah neneknya fendi yang berada di jalan "KLINTINK" dan di sambut dengan baik dan ramah oleh keluarganya fendi yang berada di sana, kami istirahat sejenakdi rumah neneknya fendi, dengan keramahtamahan keluarganya fendi kami di siapkan makanan yang cukup lezat, setelah makan saya sendiri pun langsung tidur sejenak, dan bangun di sore hari untuk mandi, kami langsung pergi mencari tempat pemandian di daerah sekitar tepat di samping tempat pemandian tersebut ada sungai yang bersih tanpa sampah plastik yang sering saya lihat di jakarta, ranpa berfikir panjang kami langsung menceburkan badan kami kedalam sungai tersebut dan berenang setelah selesai berenang kami langsung membilas badan kami di tempat pemandian yang letaknya tidak jauh dari sungai tersebut, selesai mandi kami langsung pulang menuju kediaman neneknya fendi, kami pun di sediakan makanan, dan kami pun dengan rasa yang tidak enak hati dan merasa merepotkan keluarga fendi yang ada di sana, selesai makan kami bercanda bercerita apapun kami lakukan agar kami tidak bosan, tidak lama mas Siu pun datang untuk menjemput kami menuju kerumah saudaranya fendi yang satu lagi kalau tidak salah rumahnya Mas Bodro" kalah itu hari sudah gelap sesampai di rumhanya "Mas Bodro" kami di suguhkan Teh dan makanan ringan, kami pun bercanda mengobrol lagi foto-foto juga ada yang telpon-telponan dengan pacarnya hehe.. setelah itu rasa ngantuk pun mulai datang dan kami langsung tidur di rumahnya "Mas Bodro" sampai pagi.

Hari Ketiga

Bukit teletubi

Puncak Prau

Setelah terbangun dari nyenyaknya tidur kami langsung mandi dan mempersiapkan Alat - Alat yang ingin kami bawa untuk mendaki ke "Gunung Prau, dieng, Wonosobo" Setelah siap dan mantap dengan apa yang kami perseiapkan kami langsung berangkat, yang di antar oleh mas siu dengan temannya dengan kesepakatan harga menyewa angkutan umum mas siu dan temannya kami pun langsung berangkat ke tempat tujuan "Wonosobo, Dieng" sesampai kami di tempat tujuan (Dieng) tepatnya di Beskem gunung Prau kami langsung mendaftar diri untuk mendaki "Gunung Prau" dengan menyiapkan perbekalan untuk mendaki dan Air yang cukup kami pun mendaki gunung prau. setelah beberapa menit kami berjalan tiba kami di pos 1 gunung prau kami beritirahat sejenak di sini. setalah cukup beristirahat kami langsung melanjutkan perjalanan kami untuk mencapai puncak gunung prau. kurang lebih selama 5 jam kami berjalan kami pun sampai kepuncak kala itu pukul 17-00 kami berfoto - foto untuk mengabadikan moment di atas gunung, dengan awan yang berada di bawah kami, kami memndang dan mengabadikan ciptaan tuhan yang sangat indah ini, setelah selesai mengabadikan ciptaan tuhan yang indah ini kamu pun langsung melanjutkan perjalan karena hari sudah mulai gelap kami mendirikan tenda di tempat yang biasa di sebut "Bukit Teletubis" kami mendirikan tenda dan meletakan peralatan termasuk tas carrier yang berada di pundak kami kurang lebih selama 6 jam, setlah semuanya siap tertata rapih kami langsung membuat api unggun yang bertujuan untuk memasak perbekalan logistik kami sekaligus untuk menghangatkan badan kami, saya pun berbaring sambil melihat bintang - bintang dan bulan, dan dengan tingkat kedingin yang cukup lumayan saya mendoble pakaian saya dengan 3 lapis termasuk jaket agar mengurangi dingin yang saya rasakan "maklum di jakarta cukup panas jadi saya belum terbiasa dengan suhu udara di atas puncak gunung prau" selsai makan dan bercerita bercanda kami pun langsung beristirahat di dalam tenda yang kami dirikan saya pun cukup menggigil dengan kedinginan yang kurang lebih 10 derjat selcius saya pun menahan kedinginan yang saya rasakan untuk tidur sambil menunggu pagi.

Hari Keempat

Di pagi hari embun pun menetes membasahi tenda kami dan saya pun terbangun dari tidur, dengan rasa bugar dan dingin saya langsung keluar tenda dan sekali lagi melihat dan mengabadikan/memfoto cuiptaan tuhan yang indah ini, ada beberapa dari kami yang keluar tenda dan berjalan tidak jauh dari tenda yang kami dirikan untuk berfoto foto, saya sendiri pun ikut berfoto dan saya sendiri pun pergi sendiri berjalan menyisiri "Bukit Teletubis" sambil mengabadikan moment moment yang saya jumapai, selesai berfoto dan menyisir saya dan kami pun langsung kembali ketenda untuk mengolah logistik dan makan pagi, selesai kami makan kamu pun langsung berberes melipat tenda mambawa peralatan kami untuk pergi turun, turun dan saya sambil mengabadikan indahnya pemandangan Gunung prau di pagi hari setelah beberapa jam perjalan kembali ke beskem dan sesampai kami kebeskem kami langsung pergi menaiki angkutan umum, mas siu dan temannya sudah menunggu dan kami pun langsung pergi ketempat pemandian air panas yang jaraknya cukup jauh dari beskem, sesampai kami di tempat pemandian air panas kami langsung berendam dan melepaskan rasa lelah perjalan di pamandian air panas tersebut, selesai kami berendam di pemandian air panas kami langsung bereangkat pulan ke rumahnya mas bodro, dan kerumahnya neneknya fendi untuk berpamitan selesai berpamitan kami langsung berangkat pergi menggunakan angkutan umum temannya mas siu ke stasiun purwokerto, sesampai kami di stasius kurang lebih pukul 20-00 kami langsung memesan tiket tapi ternyata tikeet kereta pun sudah habis ! terpaksa mau tidak mau kami menunggu sampai besok kami pun beristirahat di stasiun purwokerto di dekat perkiran kami mengobrol, makan dan beristirahat sampai menunggu kereta selnajutnya tujuan jakarta.

Hari kelima

Di hari kelima, kurang lebih jam 04-00 kereta serayu tujuan jakarta pun tiba dan kami langsung menaiki kereta tersebut, di perjalan di kereta yang cukup ramai penumpangnya kami menunggu dan beristirahat di kereta sambil menunggu perjalan ke jakarta tepatnya stasiun senen, sesampai kami di stasiun senen kurang lebih pukul 17-00 kami pun berpisah dan mengucapkaan terima kasih keteman -teman atas perjalan yang luar biasa tersebut kami pun berpencar ada yang di jemput oleh kakeknya ada yang naik bus dan saya sendiri pun menunggu di stasiun senen karena teman saya ingin menjemput saya setelah kurang lebih 1JAM saya menunggu, teman saya pun yang bernama sisca tiba di stasiun dan dia pun langsung mengajak saya makan malam sehabis itu kami pun langsung pulang.

Demikian artikel di atas mengenai pengalaman saya jalan - jalan ke dieng dan mendaki gunung prau, Terimakasih.
READMORE
 

Biografi Michael Dell



Biografi Michael Dell. Ia lahir 23 Februari 1965, Houston, Texas, AS. Salah satu pengusaha pengusaha sukses asal Amerika, ia juga seorang penulis, yang dikenal sebagai pendiri dan CEO dari Dell, Inc. Michael Dell adalah anak seorang orthodentist (dokter ahli merapikan gigi). Ia pertama kali memulai proyek komputernya saat berusia 15 tahun. Saat itu, karena ingin tahu ia membongkar komputer baru Apple II untuk melihat komponen-komponennya dan mencoba merakitnya kembali.

Michael Dell, mungkin hanya orang-orang tertentu yang mengetahui nama itu, akan tetapi kalau Dell Computer semua orang pasti tahu. Betul sekali Michael Dell adalah pendiri dari perusahaan Dell Computer yang terkenal tersebut. Berkat inovasi, daya kreatifitas yang tinggi Michael Dell berhasil membawa perusahaanya meraih sukses sebagai salah satu perusahaan yang terkemuka didunia. Berikut biografi singkat dari Michel Dell dan perusahaanya Dell Computer.

Sebagai mahasiswa dari Universitas Texas di Austin, Dell memulai bisnis komputernya (awalnya bernama PC’s Limited) pada tahun 1984 dengan modal awal sebesar $ 1.000, pekerjaan itu dijalankanya part time. Pada paruh kedua tahun pertamanya, Dell telah menjual komputer senilai $ 80.000. Dia keluar dari perguruan tinggi pada usia 19 untuk menjalankan perusahaan full time, akhirnya go public pada tahun 1988. PC’s Limited kemudian berganti nama menjadi Dell Computer Corporation dan akhirnya menjadi Dell, Inc.

Produk Dell pun sudah terdiversifikasi dari bisnis intinya. Saat ini, ia bukan hanya menjual komputer pribadi (PC), komputer jinjing (laptop) atau komputer server, melainkan juga media penyimpan (storage), printer, komputer genggam alias PDA, pemutar musik MP3, televisi plus berbagai jasa layanan komputer. Dell berkata, “Saat mendirikan bisnis ini di asrama mahasiswa, modal saya hanya 1000 dolar AS. Sekarang Dell telah berubah menjadi peritel komputer online terbesar di dunia. Penjualan online Dell via Internet mencapai rata-rata 30 juta dolar AS per hari.”


Kunci utama kesuksesan Dell adalah inovasi unik sang pendiri. Ia


membuat gebrakan yang jauh berbeda dari yang dilakukan perusahaan komputer pada saat itu. Calon pembeli Dell bisa memesan langsung komputer sesuai keinginan mereka melalui telepon atau internet. Mereka bisa memasukkan spesifikasi komputer yang ingin dibeli secara online. Akibatnya Dell tidak perlu menyimpan stok barang atau melakukan investasi yang terlalu besar. Sebenarnya dengan melakukan strategi penjualan itu, Dell telah mengubah kelemahannya menjadi kekuatan. Karena modalnya terbatas, ia belum bisa memiliki kantor sendiri dan belum bisa memiliki banyak stok. Jadi ia melakukan bisnis dari asramanya. Ia tidak mengharap pelanggan untuk datang dan melihat “kantor”nya. Ia meminta calon pelanggan untuk memesan lewat telepon atau Internet sesuai keinginan mereka, tanpa perlu repot-repot datang. Ternyata strateginya berhasil.

filosofi bisnis Dell adalah untuk meraih pangsa pasar PC melalui kombinasi pemotongan biaya, mengurangi waktu pengiriman, dan menyediakan layanan pelanggan yang sangat baik. Untuk melakukannya, ia mempekerjakan eksekutif berpengalaman, baik untuk mengisi pekerjaan di perusahaan dan untuk bertindak sebagai mentor pribadi, dan dia menekankan penjualan langsung di luar gerai ritel biasa. Pada tahun 1992 Dell menjadi CEO termuda dalam sejarah yang memiliki perusahaan besar dan masukkan daftar majalah Fortune dari 500 perusahaan top. Dalam bukunya langsung dari Dell: Strategi Itu sebuah revolusi Industri (1999), Dell dijelaskan cerita perkembangan perusahaan dan diberikan strategi yang berlaku untuk semua bisnis.

Pada tahun 2004 Dell mengundurkan diri sebagai CEO perusahaan, tetapi ia tetap menjadi ketua dewan direksi. Ia menjabat di Dewan Yayasan Forum Ekonomi Dunia dan komite eksekutif Dewan Bisnis Internasional. Ia juga menjadi Dewan Penasehat Presiden AS mengenai Sains dan Teknologi dan duduk di pengurus Indian School of Business di Hyderabad.



Pada tahun 1999 Dell dan istrinya, Susan, membentuk Michael & Susan Dell Foundation untuk mengelola investasi dan upaya filantropi keluarga Dell. Melalui yayasan, Dell menggunakan sebagian dari kekayaan pribadinya untuk membantu anak-anak di seluruh dunia dengan berfokus pada kesehatan, pendidikan, keamanan, pengembangan generasi muda, dan perawatan anak usia dini, yang pada tahun 2005 memberikan sumbangan lebih dari $ 1 miliar, memberikan jutaan dolar untuk membantu korban tsunami 2004 di Asia selatan. Pada tahun 2006 ia juga menyumbang $ 50 juta kepada University of Texas di Austin.
READMORE
 

d

READMORE
 

6 Software Bajakan Paling Populer di Indonesia


Jaman sekarang orang lebih banyak milih pakai software bajakan ketimbang beli lisensi originalnya. Software atau perangkat lunak tentunya merupakan bagian penting dari sebuah komputer. Banyak software yang bisa kamu gunakan secara gratis, namun banyak juga software berbayar yang mengharuskan kamu membayar sebelum dapat menggunakannya. Seringkali, program berbayar ini dibajak sehingga dapat digunakan secara gratis. Di Indonesia, tentunya kamu sudah sering melihat program bajakan yang didistribusikan melalui internet maupun dijual di toko komputer dengan harga yang jauh lebih murah. Berikut ini adalah 6 Software Bajakan Paling Populer di Indonesia.
  1. WINDOWS
    Komputer dengan OS Mac bajakan mungkin jarang kamu temui, namun sudah pasti banyak komputer dengan OS Windows bajakan yang pasti kamu bisa temukan. Entah teman kamu, saudara kamu, atau bahkan kamu sendiri yang memakai Windows bajakan. Salah satu alasannya adalah karena harga resmi software Windows Premium yang cukup mahal, sedangkan versi bajakannya bisa kamu dapatkan hanya seharga Rp 50 ribu – 100 ribu saja. Tapi jangan lekas memutuskan untuk memakai software Windows bajakan.

  2. AVAST




    Avast! adalah salah satu antivirus populer di Indonesia yang penting untuk mengamankan komputer kamu dari malware. Avast! memiliki 2 versi yaitu versi Free dan Pro. Avast! Free memungkinkan kamu untuk download dan menggunakan antivirus ini secara gratis. Sedangkan Avast! Pro adalah versi berbayar yang memiliki lebih banyak fitur dan dukungan. Untuk dapat menikmati kelebihan ini, kamu perlu membayar biaya tahunan yang tidak murah.
  3. WINRAR


    WinRAR sudah pasti dimiliki oleh hampir semua komputer Windows. WinRAR merupakan software kompresi dan pengarsipan yang paling populer. Dengan menggunakan software ini, kamu bisa mengecilkan ukuran file hingga 40% dari ukuran aslinya dan biasanya digunakan untuk mempermudah proses upload dan download file karena ukurannya yang lebih kecil. Nah, jujur deh siapa yang memakai WinRAR original dengan membeli lisensinya? Pasti jarang.
  4. PHOTOSHOP

    Adobe Photoshop tidak diragukan lagi merupakan software photos editing serbaguna yang bisa digunakan untuk retouch, manipulasi, dan penambahan berbagai efek gambar lainnya. Software ini banyak digunakan oleh designer, fotografer, bahkan pengguna awam yang memerlukan program image editor. Sebagian besar pengguna Photoshop di Indonesia tidak membelinya secara resmi, kemungkinan besar karena harganya yang memang mahal, yaitu Rp 8 juta untuk versi CS 6.


    Bagi kamu yang memerlukan program image editor namun tidak ingin membayar lisensi Photoshop yang mahal, baiknya hindari menggunakan program bajakan dan gunakan software alternatif seperti GIMP yang merupakan software image editor Open Source. GIMP memiliki cukup banyak fitur image editing professional yang sudah mencukupi sebagian besar keperluan kamu.
  5. INTERNET DOWNLOAD MANAGER
    Software download manager adalah salah satu software populer di Indonesia karena dapat membantu menambah kecepatan download dari internet dan IDM memiliki berbagai pilihan untuk mengatur proses download file. Lisensi resmi software ini dijual sekitar harga Rp 250.000,00.

    Demikian artikel di atas tentang 6  Software Bajakan paling populer di Indoenesia
READMORE
 

Perbedaan Konektor VGA, DVI, HDMI, dan Display Port

Untuk saat ini setidaknya ada dua jenis output dari kartu video yang umum digunakan. Kedua jenis output ini memiliki sistem pentransmisian data yang berbeda: yaitu cara transmisi analog dan cara transmisi digital. Untuk monitor CRT atau tabung biasanya menggunakan cara pentransmisian analog, sementara untuk layar LCD menggunakan transmisi digital. Tapi tidak semuanya begitu, ada juga CRT yang menerima cara pentrasmisian data digital dari kartu video. Ada banyak kabel dan konektor yang memungkinkan anda menghubungkan berbagai perangkat ke perangkat. Tiga kabel video digital yang saat ini mengemuka adalah HDMI, DVI juga DisplayPort. Apa saja kelebihan dan kekurangnya?

KABEL VGA atau COMPOSITE VIDEO

Untuk transmisi data analog dikenal dengan nama VGA (Video Graphic Adapter) atau Port VGA. Cara pentransmisian data analog ini sudah menjadi standar sejak 1987. Selama ini, standar VGA sudah cukup bagus digunakan untuk monitor-monitor CRT dengan resolusi standar. Namun, dengan perkembangan teknologi khususnya perkembangan kebutuhan akan resolusi gambar dan refresh rate pada monitor komputer yang semakin tinggi, standar VGA ini mulai menemukan kelemahannya. Untuk resolusi gambar yang tinggi dan refresh rate yang tinggi, kualitas gambar yang ditampilkan pada monitor menjadi menurun.
Kabel video lama, termasuk VGA dan Composite video, hanya mentransmisikan sinyal video analog. Sekalipun bagus buat monitor CRT tapi kurang mantab untuk layar LCD. Walau saat ini banyak LCD TV dan monitor komputer masih bisa menerima VGA input, umumnya LCD TV dan monitor komputer bekerja sempurna dengan DVI atau HDMI.
Beberapa video card dan video playback device termasuk Apple TV, bahkan tidak menyertakan VGA atau composite output, dan akan menjadi trend di masa mendatang. Walau komputer dan monitor anda sekarang bekerja baik dengan VGA, tidak ada salahnya anda mengetahui mana kabel digital terbaik bila hendak membeli perangkat video di kemudian hari.

DVI


DVI merupakan salah satu kabel digital video paling umum yang ada di dekstop dan LCD monitor saat ini. Jika standar analog atau VGA hanya terdapat satu standar, maka standar untuk transmisi data digital ada beberapa standar yang umum digunakan. Standar analog hanya memiliki satu tipe atau satu jenis konektor dengan nama DB-15, maka untuk standar DVI ada yang berjenis DVI-I dan DVI-D. Perbedaan antara DVI-I dengan DVI-D adalah port DVI-I bisa digunakan untuk monitor analog dan monitor digital, sementara DVI-D hanya bisa digunakan untuk monitor digital.
Dalam standar DVI yang harus juga adalah jumlah link. Ada DVI dengan link tunggal dan ada yang berjenis link ganda. Jumlah link ini mempengaruhi resolusi yang bisa ditampilkan pada layar monitor. Untuk link tunggal, maksimal resolusi yang bisa dicapai adalah 1600×1200. Sementara link ganda bisa untuk resulisi layar di atasnya
Akan tetapi, bila port berisi semua pin maka ia mensupport resolusi maksimal tanpa kendala. Masalah terbesar pada DVI adalah, secara default, ia tidak mensupport enkripsi HDCP, sehingga jika hardware anda hanya menyertakan port DVI, anda mungkin tidak bisa memplayback full HD Blue-ray dan HD content lainnya.
Anda bisa mengoneksikan DVI ke port HDMI pada monitor baru dengan digital converter mini. Akan tetapi,  karena DVI tidak mensupport audio, anda harus menggunakan kabel sendiri buat audio saat menghubungkan ke HDMI port. Ini menjadikan DVI salah satu konektor baru yang banyak digunakan. Ia backward dan forward compatible walau lemah dalam beberapa hal. Anda juga bisa menghubungkan monitor lama yang hanya mempunyai VGA port ke DVI port lewat DVI to VGA converter bila video output mensupport analog video.


HDMI

Selain port DVI, ada juga yang dinamakan dengan port HDMI. Port HDMI ini sama dengan port DVI menggunakan standar pentransmisian data digital. Perbedaannya untuk HDMI bisa digunakan atau dihubungkan dengan monitor beresolusi tinggi atau panel LCD bermultimedia (selain video/gambar, juga bisa sekaligus mentransmisikan audio/suara). HDMI adalah kabel default pada HDTV, Blue-ray player, Apple TV, komputer dan video card baru, dan seabrek video device lainnya.
Kabel HDMI mudah dipasang, semudah anda mencolokkan perangkat basis USB. Anda cukup push and play. Kabel-kabel HDMI dapat menstream digital video dan audio secara bersamaan lewat kabel yang sama.
Kabel-kabel HDMI mensupport sampai 1920A~1200 HD video dan 8 chanel audio. Juga, mensupport enkripsi HDCP pada beberapa HD content terkini. Seutas kabel HDMI memungkinkan anda menghubunkan komputer atau video divice ke monitor atau TV, dan ia adalah kabel digital standar.

Display Port


DisplayPort merupaka video connector baru lainnya yang mulai muncul di banyak perangkat baru, khususnya laptop. Ia dirancang menggantikan DVI dan VGA di komputer, tapi penggunaannya tidak sebanyak DVI atau HDMI. Akan tetapi , ia sudah banyak tertanam ke komputer baru Mac, Dell, HP dan Lenovo. Sebenarnya ia sangat mirip HDMI, dan dapat menstream baik HD video dan audio kabel yang sama, dan bisa mensupport resolusi hingga 1920A~1080 dan 8 channel audio di seutas kabel.
Kelebihannya, DisplayPort mensupport HDCP, sehingga anda dapat menggunakannya untuk memplayback HD content terproteksi pada Blue-ray dan banyak lagi. Anda juga dapat menghubungkan ke HDMI atau DVI port dengan sebuah converter, karena sinyal digital kompatibel. Kelemahannya sedikit monitor dan TV menyertakan diplayPort port sehingga anda harus membekali dengan konverter bila anda ingin menggabungkan latop ke layar lebar.
READMORE